Letak Halaman : Home » Naskah Publikasi Mahasiswa (2012) » ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHATANI SEMANGKA (Citrullus vulgaris) PADA LAHAN PASIR DI PANTAI KABUPATEN KULON PROGO

 
 
ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHATANI SEMANGKA (Citrullus vulgaris) PADA LAHAN PASIR DI PANTAI KABUPATEN KULON PROGO

 

 

RENI FATMA WILASTINOVA

H 0808137

ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi yang digunakan terhadap usahatani semangka di lahan pasir pantai Kabupaten Kulon Progo, mengkaji faktor produksi yang paling bepengaruh terhadap usahatani semangka di lahan pasir pantai Kabupaten Kulon Progo dan mengetahui besarnya biaya dan pendapatan usahatani semangka di lahan pasir pantai Kabupaten Kulon Progo.

Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik penelitian survey. Metode penentuan lokasi secara sengaja (purposive). Pemilihan sampel responden menggunakan teknik proportional random sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis faktor-faktor produksi, pengujian asumsi klasik, biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa : (1) Faktor produksi yang berupa luas lahan, dan pupuk NPK Mutiara tidak berpengaruh nyata terhadap produksi pada usahatani semangka lahan pasir pantai. Faktor produksi yang berupa tenaga kerja, pupuk kompos dan pupuk phonska mempunyai hubungan positif dan berpengaruh nyata terhadap produksi semangka pada lahan pasir pantai, (2) Faktor produksi yang paling berpengaruh dalam usahatani semangka pada lahan pasir pantai adalah pupuk kompos dan (3) Besarnya penerimaan usahatani semangka pada lahan pasir pantai adalah sebesar Rp 20.403.262,00/Ha/MT, sedangkan biaya total yang dikeluarkan petani semangka pada lahan pasir pantai adalah sebesar Rp 12.444.940,00/Ha/MT atau sebesar 60,99% terhadap penerimaan. Pendapatan usahatani semangka sebesar Rp 7.958.322,00/Ha/MT atau sebesar 39% terhadap penerimaan. Saran yang dapat diberikan adalah: (1) Penggunaan tenaga kerja disesuaikan pada kebutuhan agar tidak ada tenaga kerja yang menganggur maupun tenaga kerja yang tercurah terlalu besar, terutama penggunaan tenaga kerja untuk kegiatan panen. (2) Penggunaan pupuk kompos dan pupuk Phonska masih dapat ditingkatkan, mengingat belum optimalnya penggunaan pupuk sesuai anjuran maupun bila dibandingkan dengan penggunaan pupuk tersebut di lahan biasa. (3) Penggunaan pupuk kompos disarankan untuk ditingkatkan sesuai dengan dosis anjuran, yaitu dalam 0,3 Ha dengan pupuk kompos sebanyak 15.000 Kg. (4) Sebaiknya masing-masing kelompok tani menerapkan sistem pola tanam yang bergilir agar ketika panen ketersediaan buah semangka tidak melimpah sehingga dapat menjaga kestabilan harga jual pada setiap musim tanamnya. (5) Perlu adanya grading (pengkelasan) buah semangka yang telah dipanen dan siap dijual agar dapat meningkatkan pendapatan petani.

Kata Kunci: Usahatani semangka, pengaruh faktor produksi, biaya, penerimaan, pendapatan.

Program Studi Agribisnis
Download jurnal ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHATANI SEMANGKA (Citrullus vulgaris) PADA LAHAN PASIR DI PANTAI KABUPATEN KULON PROGO







Program Studi Agribisnis
TERAKREDITASI A (NILAI 377)
SK BAN PT Nomor : 024/SK/BAN-PT/Ak-XV/S/I/2013