Enam Mahasiswa Agribisnis Mengikuti PERMATA-SAKTI 2020
Rabu, 25 Nov 2020, 11:56:57 WIB - 396 View

Enam Mahasiswa Agribisnis Mengikuti PERMATA-SAKTI 2020

Enam Mahasiswa Agribisnis Mengikuti PERMATA-SAKTI 2020

Dalam rangka mendukung kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), Prodi Agribisnis mengirimkan 6 mahasiswa untuk mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air (PERMATA-SAKTI) 2020. Ke-enam mahasiswa tersebut adalah Muhimmatun Nisak, Nafa Laila Wahidah, Iin Mutmainah, Istiqomah Dita M, Agata Widhi F R S, dan Dinda Putri N. Awalnya pembelajaran ini dilakukan secara sit in di lokasi Perguruan Tinggi Penerima, pada tahun 2020 diberlakukan inovasi pembelajaran secara daring.

Pembelajaran yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tentang Penyelenggaraan Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara-Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi (PERMATA-SAKTI) Tahun 2020 ini terintegrasi dengan sistem pembelajaran daring/online/blended learning dengan menggunakan google classroom, google meet dan juga zoom. Beberapa kampus yang menjadi tujuan mahasiswa agribisnis adalah: Universitas Jambi, Universitas Udayana, Universitas Pattimura, dan Universitas Negeri Gorontalo. “Kesan saya sebagai mahasiswa permata sakti sangat bersyukur bisa mengikuti program ini, karena tidak hanya menambah pengetahuan juga teman dan relasi, saya juga mendapat ilmu yang tidak ada di agribisnis seperti tehnik Budidaya Ikan Endemik dan E-Business,” Kata Muhimmatun Nisa, salah satu mahasiswa yang mengikuti PERMATA-SAKTI.

Program ini diikuti oleh mahasiswa aktif semester 5-7 dan terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) dengan syarat IPK minimal 2,75. Tujuannya adalah agar memberikan pengalaman kuliah di perguruan tinggi lain, mempelajari budaya dan interaksi dengan teman-teman baru dari berbagai wilayah di Indonesia. “Di Universitas Pendidikan Ganesha ini saya mempelajari mata kuliah Balinese Fusion Food. Mata kuliah tersebut saya ambil karena melihat besarnya peluang untuk nilai tambah dari makanan Bali. Metode pembelajarannya secara daring. Selain belajar mengenai kuliner, di perkuliahan ini juga diadakan kelas budaya untuk mempelajari budaya Bali. Metode pembelajaran sangat seru, dosennya pun ramah. Beberapa teman mahasiswa dari kampus lain juga banyak yang mengikuti kuliah ini, seperti dari Medan, Jakarta, Jogja dan daerah lainnya.” Tambah Agata Widhi, mahasiswa yang mengikuti PERMATA-SAKTI di Bali secara daring.