Tim PKM-M Desmigratif Memberikan Penyuluhan Optimasi Remittance pada Rumah Tangga TKI di Desa Migran Produktif Mojorejo
Jumat, 02 Okt 2020, 14:29:16 WIB - 237 View

Tim PKM-M Desmigratif Memberikan Penyuluhan Optimasi Remittance  pada Rumah Tangga TKI di Desa Migran Produktif Mojorejo

Kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengelola dana remitansi dengan baik membuat pertumbuhan ekonomi yang cenderung stagnan, padahal dana remitansi dapat dimanfaatkan untuk menjalankan kegiatan ekonomi produktif. Melalui kegiatan PKM-M (Program Kreativitas MahasiswaPengabdian Kepada Masyarakat)tim mengadakan webinar dengan tema Optimasi Remittance pada Rumah Tangga TKI di Desa Migran Produktif (Desmigratif).Desa Mojorejo, Karangmalang, Sragen merupakan salah satu desa migran produktif dengan perkumpulan keluarga TKI bernama KAMI TKI MUKTI yang mengalami permasalahan tersebut, yaitu pengelolaan remitansi yang kurang baik dan cenderung konsumtif.

Tim PKM-M UNS yang terdiri dari Fariz Achmad B dari Prodi Manajemen, Mohammad Yogananta dari Prodi Ekonomi Pembangunan, Ilham Bagus P dan Afridah Ikrimah dari Prodi Demografi dan Pencatatan Sipil, serta Beauty Martha Lingga dari Prodi Agribisnis ini  menggandeng OJK danKemenparekraf dalam pelaksanaannya. Penyuluhan dan pelatihan dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom. Luaran yang berhasil dicapai pada kegiatan ini yaitu terealisasinya pelatihan dan penyuluhan terkait pengelolaan keuangan, kewirausahaan, dan community based tourism, terciptanya kegiatan ekonomi produktif berupa produksi serta pemasaran produk kerupuk beras dengan merek dagang "Kebejo", terealisasinya desain objek wisata dan swafoto "Kembangan Bersolek", serta terpilihnya kader GEMI (Gemar Investasi) sebagai upaya keberlanjutan program.

Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara onlinedengan mengumpulkan 10 peserta sebagai perwakilan dari mitra (KAMI TKI MUKTI). Afridah Ikrimah, selaku ketua tim pengabdian ini menyatakan bahwa kegiatan optimasi remittance ini mampu membawa dampak positif berupa kegiatan ekonomi produktif, saat ini masyarakat sudah mulai aktif memasarkan produk kerupuk "Kebejo" dan kami sudah berdiskusi secara lanjut untuk realisasi objek wisata dan swafoto "Kembangan Bersolek" bersama pihak terkait. Kedepannya, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.